Yang Gratis Pun Seru!

Apa yang ada di benak Pembaca, ketika melihat atau mendengar kata “Gratis”? 

Banyak hal pastinya yang sudah bermain di alam pikiran Pembaca. Namun satu hal yang bisa kita sepakati bersama adalah kita mendapatkannya secara cuma-cuma. Contohnya saat kita bernapas.


Lalu apa yang ada di benak Pembaca, ketika melihat atau mendengar kata “Facebook”?

Saya yakin, dari semua pembaca blog saya ini, pasti memiliki berbagai macam jawaban dan pikiran tentang kata tersebut.


Sekilas pengalaman pribadi dari saya tentang Facebook. 


Sebelumnya saya mengenal Friendster, sebuah media yg berfokus dalam mencari pertemanan di dunia maya dan cukup terkenal pada masanya. Kemudian ada lagi Hi Five, yang kurang lebih sama, dengan tampilan yg berbeda dan cukup “eye-catching”.


Namun, dari kedua platform tersebut, saya tidak terlalu aktif, saat itu saya hanya sekedar punya akun saja. Namun sekitar tahun 2008 di awal bulan Desember, saya mendengar info dari teman saya di Friendster jika ada platform baru yang bernama Facebook. Ketika itu saya hanya penasaran, seperti apakah bentuk dari Facebook ini apakah sama saja dengan Friendster dan Hi Five?


Selang beberapa hari saya mulai membuat akun di Facebook. Tampilan yg sederhana dengan nuansa biru putih yg menjadi ciri khasnya. Tidak banyak warna warni. Setelah melengkapi profile, saya mulai eksplorasi apa saja yg menjadi perbedaan dengan Friendster.


Saat itu saya mengakses melalui PC dan ponsel pada masa itu hanya sedikit yg memiliki koneksi internet melalui teknologi GPRS (General Packet Radio Service). Bahkan ponsel saya saat itu pun hanya bisa digunakan untuk SMS dan telepon. Ponsel yg bisa digunakan untuk akses internet pun harganya cukup mahal buat saya.


Setelah beberapa hari, tiba-tiba ada notifikasi jika ada teman-teman saya di waktu sekolah telah bergabung ke Facebook. Dan bukan saja teman semasa kuliah, tetapi teman dari TK hingga SMA. Senang sekali saat itu, bisa bertemu kembali dengan teman-teman yg sudah sangat lama tidak bertemu. Seolah-olah seperti reuni akbar kala itu. Akhirnya dibentuklah grup berdasarkan tingkatan sekolah, dari SD hingga kuliah.


Kemudian seiring berjalannya waktu, banyak teman-teman yg selalu melakukan pengkinian status. Berada dimana, sedang apa dan sebagainya. Saya hanya bisa berikan tombol “Suka” dan berkomentar jika menurut saya hal itu menarik. Hingga fitur “check-in” yg cukup intens dilakukan oleh teman saya yg selalu eksis di Facebook. Jadi secara tidak langsung, dia melaporkan posisinya kepada saya, padahal status dia juga dibaca oleh teman-teman lainnya yg ada kemungkinan tidak kenal secara langsung.


Seiring berjalannya waktu, Facebook yg di pelopori oleh Mark Elliot Zuckerberg dan rekannya semasa dia kuliah, kini telah menjadi perusahaan media sosial yang besar dan berpengaruh. Pada tahun 2012, Facebook sukses mengakuisisi Instagram dan 2 tahun kemudian juga sukses mengakuisisi Whatsapp.


Melihat hal tersebut, operator selular Smartfren, pada awal bulan Oktober lalu  meluncurkan fitur Facebook Flex. Yaitu sebuah layanan yang memberikan akses ke platform Facebook secara gratis dan tanpa menggunakan kuota.


Menurut Pak Roberto Saputra, Chief Brand Officer Smartfren: “Keutamaan fitur ini adalah membuka akses seluas-luasnya untuk pelanggan yang banyak beraktivitas di Facebook. Tidak perlu lagi khawatir soal kuota habis, karena tanpa kuota sekalipun pelanggan Smartfren masih tetap bisa mengakses Facebook untuk chatting, update status, memberikan komentar, sehingga akan selalu terhubung dengan teman dan keluarga. Melalui fitur ini Smartfren membuka peluang lebih besar bagi pengguna Facebook yang ingin terus mengekspresikan diri dan berkreasi tanpa batas.” 


Jadi, sebuah keberuntungan bagi pembaca yg menjadi pelanggan Smartfren. Karena fitur ini sudah dibuka sejak tanggal 1 Oktober 2020 lalu. Sehingga bagi yang suka sekali update status atau yang berniaga melalui platform Facebook, hal ini bisa mengurangi ketergantungan akan kuota. Selain itu bagi para pelajar, yang aktif di Facebook, terutama yang menjadi anggota grup permainan favoritnya. Sekedar memantau ajakan mabar, tips dan trik juga ajakan bergabung kedalam klan atau squad, tetap bisa aktif disana. Tentu saja sambil menanti uang jajan terkumpul untuk membeli kuota lagi.


Namun, akses Facebook secara gratis ini, memiliki kelemahan yaitu tidak bisa melihat gambar / foto dan video. Tetapi semua fitur di Facebook masih bisa diakses.

Lalu, untuk bisa mengaksesnya harus berada dalam jaringan Smartfren. Baik melaui ponsel ataupun mifi.


Lalu bagaimana cara mendapatkan aksesnya?

Saya mencobanya melalui aplikasi Facebook untuk android. Dan pastinya berada dalam jaringan Smartfren 4G LTE. Silahkan cermati gambar yang saya lampirkan berikut ini, sehingga para pembaca memahami dengan baik.


 
Tampilan awal



Pada gambar diatas ini, terdapat perbedaan mencolok, disana terlihat sebuah blok berwarna hitam dan ungu pada sisi atas, yang menginformasikan bahwa saat itu aksesnya menggunakan kuota atau secara gratis. Dan blok diatas tidak akan tampil jika menggunakan akses diluar jaringan Smartfren.

   
Tampilan dalam mode gratis


Dalam mode gratis, terlihat blok yang bertuliskan “gunakan data untuk melihat foto - use data to see photos”. Jika kita ingin melihat gambar / foto harus mengaktifkan data artinya memakai kuota. Dan ketika kita memutuskan untuk melihat foto / gambar, akan tampil pop up seperti berikut ini :



Tampilan pop up konfirmasi


Pada pilihan tersebut, pengguna bebas menentukan apakah lanjut menggunakan data atau tetap dalam mode gratis. Lalu apakah informasi ini akan tetap ditampilkan atau tidak. Jika tidak, pilihan penggunaan data atau gratis tidak akan tampil lagi (seperti blok warna hitam / ungu pada sisi atas).


Dan jika pengguna memilih untuk tetap melihat foto, maka selanjutnya halaman akan memuat ulang dengan menampilkan foto / gambar / video tersebut dan otomatis koneksi akan berjalan menggunakan kuota yg tersedia.


Tetapi jika kuota tidak tersedia, akan ada notifikasi bahwa anda tidak memiliki akses data, dan disarankan untuk menggunakan akses gratis.


Dibawah ini adalah rekaman gambar dari apliaksi Facebook ketika ingin menampilkan gambar / foto atau video.


 
Tampilan dalam mode data


Selain itu, jika ingin kembali ke mode gratis, pada blok warna hitam pada sisi atas, silahkan klik “Go to Free”. Dan Anda akan kembali ke mode gratis.


Apakah fungsi dari tanda tanya pada tulisan “Data Mode” atau “Free Mode”?

Ketika saya klik akan ada  pop-up seperti dibawah ini (ketika posisi Free Mode, bloknya akan berwarna ungu):



Tampilan pop-up settings



Tampilan tersebut menjelaskan kondisi pengguna saat mengakses Facebook. Jika ingin menggunakan akses secara gratis, silahkan pilih “Go to Free Mode” begitu juga sebaliknya.


Lalu pada bagian bawah ada tulisan “Disable This Feature”. Menu ini tidak saya klik, karena saya masih ingin memastikan bahwa tulisan tentang Facebook Flex di blog ini sudah mencakup semuanya. 

Sehingga ketika semua fungsi sudah saya tuliskan dan tersampaikan dengan baik.


Dan saya tawarkan ke setiap pembaca untuk mencoba menu tersebut dan efek samping yang diperoleh setelahnya. Saya tunggu pengalamannya di kolom komentar ya?


Sekian tulisan saya mengenai akses Facebook dengan gratis melalui jaringan Smartfren ini. Semoga tulisan saya membawa manfaat bagi pembaca sekalian. Jika berkenan, boleh bagikan tulisan saya ke keluarga, kerabat, handai dan taulan. Terima kasih atas kunjungannya.


Selamat menikmati akses Facebook dengan gratis ya!


Pokoknya #AntiPutusNyambungTerus deh!



@ignatiuseddym



Untuk yang ingin mengetahui tentang Paket terbaru dari Smartfren silahkan berkunjung ke situs: https://www.smartfren.com/id/shop/package/prepaid

 
Dan bergabung di Smartfren Community sebagai media penghubung antar pengguna produk Smartfren di akun berikut ini :

IG Nasional : @smartfrencommunity 
IG Regional : @sfcomjakarta

Twitter : @sf_community_
FB : Smartfren Community

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kokreasi Smartfren bersama UN1TY dan Dari Jendela SMP

Apa yang Anti Putus Nyambung Terus?

Kesempatan Meraih Rejeki WOW Untuk yang Ketiga